EVOLUSI IMAJINASI DALAM PENCIPTAAN SENI DAN MITOS KEKUASAAN

  • eko priyantoro universitas parahyangan
Keywords: seni, peradaban, mitos, imajinasi, propaganda.

Abstract

Karya seni sering diasosiasikan dengan pencapaian intelejensi manusia untuk membentuk peradaban. Menurut keilmuan sejarah, alat-alat sederhana pada jaman batu hingga era postmodern adalah rentang waktu penciptaan seni. Manusia pada awalnya menciptakan seni sebagai alat bantu (teknis) saja. Seiring dengan perkembangan zaman dan kompleksitas kehidupan sosial manusia, makna seni berubah menjadi lebih luas. Seni menjadi instrumen untuk penggambaran simbol atau perwakilan ide. Manusia selalu hidup dalam imajinasi atau alam abstrak membutuhkan mitos untuk hidup bersosialisasi. Karya seni yang bertransformasi dari idelogi tertentu menjadi alat terkuat untuk membentuk opini. Persilangan antara segala bentuk seni dengan berbagai media selalu menjadi ujung tombak pertarungan politik. Oleh karenanya, memahami propaganda yang menggunakan seni sebagai media kampanye adalah kebutuhan utama, terlebih lagi bagi bidang keilmuan akademisi.  

References

Armstrong, Karen (2009) The Case of God New York: Alfred A. Knopf
Benjamin, Walter (1936) The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction. New York : Prism Key Press
Berger, John (1972) Way of Seeing. Great Britain: Penguin Books Ltd
Foucault, Michel (1972) Archaeology of Knowledge. Inggris: Tavistock Publications Limited
Gadamer, Hans-Georg (2004) Truth and Method. London: Continuum
Halliwell, Stephen (2002) The Aesthetics of Mimesis: Ancient Texts and Modern Problems. New Jersey: Princeton University Press.

Harari, Yuval Noah (2014) Sapiens. Canada: McClelland & Stewart: Signal

Heidegger, Martin (1978) The Origin of the Work of Art. London: Routledge
Kant,Immanuel. (2007) Oxford World's Classics Critique of Judgement. Oxford: Oxford University Press

Katharine Everett Gilbert and Helmut Kuhn (1953) A History of Esthetics Edition 2, revised. Indiana: Indiana University Press

Kurzweil, Edith (1980) The Age of Structuralism. New York: Colombia University Press
Magee, Bryan (1998) The Story of Philosophy. USL DK Publishing.

Marx, karl (1973) Grundisse. terj: Martin Nicholaus. London: Allen Lane
Nietzsche, Friedrich (1968) The Will to Power, terj: Walter Kaufmann and R.J. Hollingdale. New York: Vintage Books.
Orwell, George (1951) Animal Farm. England: Penguin Books.
Sartre, Jean-Paul (2004) Thre Imaginary: A Phenomenological Psychology of Imagination. London: Routledge
Saunders, Frances Stonor (1999) The Cultural Cold War New York: The New Press
Smith, William, A.M. (1752) Dyonisius Longinus: On The Sublime. London.

Sugiharto, Bambang (2014) Untuk Apa Seni? Bandung: Matahari.
Volosinov, Valentin (1973) Marxism and the Philosophy of Language. terj: Ladislav Matejka dan I.R Titunik. New York: Seminar Press
Wibowo, A. Setyo (2017) Paideia: Filsafat Pendidikan – Politik Platon Yogyakarta: Kanisius

https://hootsuite.com/pages/digital-in-2019 :akses 17-1-2019 16:23
Published
2019-12-18
How to Cite
priyantoro, eko. (2019). EVOLUSI IMAJINASI DALAM PENCIPTAAN SENI DAN MITOS KEKUASAAN. Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual, 1(2), 241-254. https://doi.org/10.33005/gestalt.v1i2.42

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.